ISI MEDIA (TUJUAN, METODE ANALISIS DAN REALITAS SOSIAL)

05.33 Edit This 0 Comments »
Isi :
berapa besar yang dikirim dan seberapa besar yang diterima ???
• Pada penelitian dampak media selamanya melibatkan upaya mengaitkan isi pesan—yaitu aspek audiens atau masyarakat yang dipandang bergantung pada media

• Timbul pesan ganda—menimbulkan harapan akan dampak=èisi bercirikan tujuan, arah, atau kecenderungan tertentu

Analisis isi
• Contohnya : studi dampak “pengalihan” atas penggunaan waktu (misalnya: jumlah waktu yg digunakan untuk menonton televisi)

• Analisis dampak memiliki korelasi antara keterjadian unsur yang paralel dalam populasi

• Uraian isi disamakan dengan pernyataan ttg dampak, melalui mana isi yang diterima, dipandang sbg indikator dampak yg mungkin pd audiens

• Terdapat kaitan antara isi dan penerima dipandang diantarai oleh banyak variabel isi, persepsi, dan fungsi.

• Meski studi dampak tampak logis berdasarkan keilmuan, telah menimbulkan kesenjangan yang agak lebar antara penelitian dampak.


Isi sebagai bukti komunikator
• Analisis isi cukupbanyak mengungkapkan nilai-nilai, asumsi, dan lingkungan sosial para pembuat.

• Analisis isi juga lebih banyak menyorot proses keorganisasian dari “penjagaan gerbang” atau pembentukan “target audiens”

• Untuk menyoroti para komunikator, persyaratan bahasa uraian dpt beranjak dari klasifikasi sederhana (misalnya isi iklan versus isi tajuk rencana surat kabar) sampai pd pembedahan nilai-nilai dan ideologi scr cermat.

• Masyarakat dan budaya mrp salah satu perangkat data yang paling besar dan dapat diperoleh, yg dpt menunjukkan bnyk hal ttg masyarakat

• Dalam tradisi isi media kita bisa menemukan pola/model tentang indikator ekonomi dan sosial dan juga menggunakan pendekatan “indikator budaya”

Modus pembahasan dan metode analisis
• Karakteristik pendekatan analisis isi :
1.Semuanya menuntut adanya ukuran kesahihan ilmiah tertentu
2.Seluruh pendekatan itu ditujukan u/ menangani reguralitas dan keberulangan dlm hasil kebudayaan ketimbang hal-hal yg unik dan tdk dpt diproduksi (tdk sesuai u/diterapkan pd seni atau ‘elit budaya’)
3.Semua pendekatan itu menghindari pertimbangan ttg nilai moral atau estetika
4.Pendekatan isi media bersifat instrumental, hanya dapat digunakan u/ menjawab berbagai persoalan ttg hub. antara isi, pencipta, konteks sosial, dan penerima.


Analisis Isi Tradisional
•Analisis isi pertama kali dikemukakan oleh Barelson (1952), disebutkan bahwa “teknik penelitian u/uraian yg objektif, sistematis, dan kuantitatif dari pengejawantahan isi komunikasi”

Penerapan teknik ini adl :
(1)Memilih sampel atau keseluruhan isi
(2)Menetapkan kerangka kategori acuan eksternal yg relevan dg tujuan pengkajian (misalnya sekelompok partai politik atau negara)
(3)Memilih satuan analisis isi (kata, kalimat, kisah, gambar, urutan dsb.)
(4)Menyesuaikan isi dg kerangka kategori, per satuan unit yg terpilih
(5)Mengungkapkan hasil sbg distribusi menyeluruh dari semua satuan dlm hubungnnya dg frekuensi kejadian hal2 yg dicari untuk acuan


STRUKTURALISME DAN SEMIOLOGI

•Strukturalisme mrp suatu perkembangan ilmu bahasa dari de Saussure (1915) dan mengkombinasikan beberapa prinsip antropologi struktural dg ilmu bahasa

•Semiologi (atau semiotika) adl “ilmu umum ttg tanda” dan mencakup strukturalisme dan hal2 lain yg sejenis, yg krnnya semua hal yg berkaitan dg signifikansi

SEMIOTIKA
•Tanda adl setiap “kesan bunyi” yg berfungsi sbg “signifikansi” sesuai yg “berarti”—suatu objek atau konsep dlm dunia pengalaman yg ingin kt komunikasikan.

0 komentar: