ISU POLITIK UANG

06.54 Edit This 0 Comments »

Senin,30 maret 2009

Memasuki H-1 pelaksanaan pemilu legislatif 9 April 2009, isu money politic atau politik uang kembali merebak. Melihat kecenderungan yang ada, memang politik uang akan menjadi fenomena dominan dalam pemilu 2009. Isu politik uang bisa diartikan segala kegiatan berupa janji dan atau memberi uang untuk mempengaruhi pemilih dalam pemilu adalah politik uang.

Penyebab munculnya politik uang

Posisi uang dalam dunia politik memiliki fungsi ganda, baik sebagai alat sekaligus sebagai tujuan. Sebagai alat, uang adalah salah satu sumber daya politik yang sangat efektif mengantarkan seseorang atau parpol memperoleh kekuasaan. Caranya dengan menukar uang yang dimiliki dengan suara masyarakat. Sedangkan sebagai tujuan. Setelah aktor politik berhasil memperoleh kekuasaan, tentunya ia akan berupaya mengoptimalkan kepentingannya termasuk mengakumulasi kesejahteraan ekonomi untuk dirinya dan mempertahankan kekuasaan yang telah dimiliknya untuk masa datang.

Akibat dari politik uang dalam pemilu, bisa memanipulasi aspirasi masyarakat yang sesungguhnya, sehingga akan mendudukkan figur politik yang kurang layak dari segi moral dan hukum pada akhirnya mencetak kinerja politisi dan institusi politik yang hanya mementingkan diri sendiri.

Budaya Politik Uang

Money Politic atau praktek Politik Uang dalam usaha meraih kemenangan politik sudah bukan hal yang baru lagi, bahkan sudah bukan hal yang tabu. Praktek politik uang sangat klasik adanya, dilakukan oleh tim sukses Caleg kaya dan berduit dengan memanfaatkan waktu selimit mungkin menjelang waktu pencontrengan. Money Politic rupanya semakin ampuh saja sebagai sarana mengubah pilihan masyarakat dan memenangkan pertarungan dalam permainan politik seperti pemilu legislative dalam waktu yang sangat singkat dengan hasil yang memuaskan.

Waktu di saat praktek Money Politic dilakukan yang lazim disebut “serangan fajar” tersebut berjalan sangat transparan, tanpa pengawasan anggota Panwas yang punya mata terbatas. Praktek Politik Uang ini juga hampir-hampir mengubah segalanya; mengubah pilihan masyarakat yang sudah diyakininya untuk dipilih; mengubah tatanan perkiraan perolehan suara; mengubah mental masyarakat yang semakin mudah memperjualbelikan suaranya.

Jika benar politik uang sudah atau hampir menjadi budaya dalam politik kita, bagaimana dengan nasib masa depan bangsa ini; bagaimana dengan kemungkinan munculnya praktek2 korupsi baru nantinya; bagaimana dengan janji-janji manis saat kampanye; apakah masih akan dibawa di gedung parlemen? Apakah aspirasi masyarakat masih bisa direalisasikan selama lima tahun mendatang jika Calon Legislatif Terlantik masih harus mengembalikan utang?

0 komentar: