Sosiologi Komunikasi

09.26 Edit This 0 Comments »
Wilayah bahasan, Pergeseran Sejumlah Norma Sosial, masyarakat sering dikacaukan dengan kebudayaan

1. Sosiologi komunikasi memiliki wilayah bahasan terkait efek sosiologi dari praktek komunikasi

wilayah bahasan sosiologi komunikasi membahas antara kehidupan sosial dengan salah satu aspek komunikasi yang di pungut dari dunia ilmu pengetahuan yang terkait dengan kemajuan-kemajuan teknis komunikasi memasuki dan menentukan dunia kehidupan sosial dalam suatu masyarakat.

Pusat sentral perhatiannya sosiologi komunikasi adalah efek sosial yang ditimbulkan oleh adanya proses komunikasi ( tidak hanya komunikasi antar individu, tetapi juga antara individu dengan kelompok, dan bahkan antara kelompok dengan kelompok) didalam suatu masyarakat tersebut.

Focus kajiannya, mempertontonkan perluasan cakupan sosiologi, sekaligus komunikasi, dalam arti sosiologi tidak lagi sekedar dipakai melihat bagaimana kehidupan sosial yang meliputi norma, kebiasaan, tradisi, perkawinan, adat istiadat, dan sejumlah lain nilai yang hidup disuatu masyarakat, namun melampui semua itu, sosiologi dipakai sebagai senjata intelektual menganalisis berbagai bentuk komunikasi dengan berbagai efeknya.Praktek komunikasi yang pada dasarnya adalah kegiatan tranformasi ide atau gagasan untuk mengubah pemahaman komunikasi dan akhirnya dicapai consensus, dengan sendirinya memiliki efek sosiologis, memiliki akibat berupa jalinan makna yang berubah dari makna awalnya.

Maka sosiologi komunikasi bidang studi yang obyek formalnya adalah manusia, sedangkan obyek materialnya adalah tindakan sosial berupa praktek komunikasi dengan segala akibat sosialnya.


2.Pergeseran Sejumlah Norma Sosial Akibat Perkembangan Teknologi Komunikasi
Ketika teknologi komunikasi menjadi sarana membanjiri informasi dari berbagai sumbernya, masyarakat mengalami perubahan. Kemajuan teknologi komunikasi dengan sendirinya akan berakibat pada kemungkinan berubahnya pola-pola sosial ataupun norma-norma sosial yang sudah ada. Perkembangan teknologi tentu menjadi penyumbang bagi perubahan perilaku manusia dalam masyarakat.
Pola kehidupan agraris dan industri semakin sulit dibedakan, karena teknologi komunikasi mampu membombardir berbagai informasi melalui media massa yang memaksakan dan menyeragamkan bentuk perilaku serta berbagai hal lainnya dalam sejumlah aspek kehidupan.

Perkembangan teknologi komunikasi, tentu akan mengubah tatanan sosial bahkan mengubah tatanan dunia, dan dapat menentukannya bagaimana dunia berubah. Karena dengan teknologilah kita dipermudah dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.
Teknologi sebagai pendorong perubahan, bahkan perspektif materialis memandang teknologi sebagai sumber perubahan. Teknologi dapat menyebabkan perubahan sosial melalui tiga cara yang berbeda, yaitu :

1.Teknologi baru mampu meningkatkan berbagai kemungkinan-kemungkinan dalam masyarakat. Suatu hal yang tidak mungkin dilakukan pada masa lalu akan menjadi mungkin dengan bantuan teknologi.

2.Teknologi baru merubah pola interaksi dalam masyarakat.

3.Teknologi baru menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan hidup baru bagi masyarakat.

Selain sebagai sumber perubahan, pada penelitian Soemardjan dan Breazeale tampak bahwa teknologi dapat berperan sebagai faktor pembawa ide atau budaya baru (”modern”) kepada masyarakat tradisional. Salah satu contohnya adalah teknologi komunikasi dan informasi. Masuknya televisi mampu membawa pesan (ide) modernisasi dari pemerintah kepada masyarakat perdesaan.

Teknologi telekomunikasi misalnya, menyebabkan seseorang memilih menelepon, tidak mengunjungi tetangga sebelah hanya untuk keperluan yang sepele. Budaya kongkow atau ngerumpi di gardu poskamling pun sudah tergeser oleh percakapan lewat telepon. Ikatan sosial, lebih pas lagi modal sosial, terasa makin lama makin berkurang. Perasaan menjadi satu bagian dari kelompok dengan tujuan yang sama pun merosot, berganti dengan ikatan dalam komunitas tertentu yang lebih formal dan finansial.

3. Kata masyarakat sering dikacaukan dengan kebudayaan sekalipun keduanya sangat berbeda.

Masyarakat merupakan suatu organisasi manusia yang saling berhubungan satu sama lain. Masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang secara relative mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok tersebut.

Sedangkan Kebudayaan adalah suatu sistem norma dan nilai yang terorganisasi yang menjadi pegangan bagi masyarakat dan segala sesuatu yang tidak asali baik berupa sesuatu yang materiil maupun sebaliknya adalah konstruksi budaya atau hasil kebudayaan.

Dengan demikian, dalam kehidupan nyata antara masyarakat dan kebudayaan tidak dapat dipisah-pisahkan. Ada manusia (masyarakat) ada kebudayaan. Dengan kata lain, tidak ada masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan, begitu pula sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya atau sebagai tanah tumbuhnya kebudayaan. Istilah cultural determinism, yang berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri, merupakan sesuatu yang niscaya. Tak dapat disangkal.

Oleh karena itu, masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu sistem, suatu keseluruhan dan kesatuan yang saling bergantung dan saling mempengaruhi. Antara masyarakat dan kebudayaan masing-masing berfungsi sebagai bagian-bagian dari satu keseluruhan yang saling berhubungan. Kebudayaan sebagai salah satu sumber utama dari sistem atau tata nilai yang dihayati dan dianut seseorang atau masyarakat, selanjutnya akan membentuk sikap mental atau pola berpikir.

0 komentar: