JURNALISME INVESTIGATIF

21.49 Edit This 0 Comments »
KOMUNIKASI ISLAM
NAMA : SYAMSUL HUDA
NIM : 933501206

JURNALISME INVESTIGATIF
Secara garis besar, jurnalisme investigative adalah sebuah metode peliputan untuk menyimak kebenaran kasus atau peristiwa. Wartawan investigasi dutuntut agar mampu melihat celah pelanggaran, penelusurinya dengan energi reportase yang besar, membuat hipotesis, menganalisis, dan pada akhirnya menulis laporannya.

Aris munandar mengatakan bahwa secara sederhana, peliputan investigative adalah praktik jurnalisme yang menggunakan metode investigasidalam mencari informasi. Karakter dari berita investigative adalah
1. merupakan produk kerja asli jurnalis bersangkutan, bukan hasil infestigasi deari sebuah instansi pemerintah atau non pemerintah
2. mengandung informasi yang tidak akan terungkap tanpa usaha si jurnalis
3. berkaitan dengan kepentingan public

Munculnya Jurnalisme Investigatif

Munculnya jurnalisme investigatif di Amerika Serikat, istilah investigative reporting tampaknya mulai populer pada tahun 1975, ketika di Columbia didirikan Investigative Reporters and Editors Inc. Namun, bicara tentang sejarah kemunculan jurnalisme investigatif, tampaknya harus dimulai dari kemunculan apa yang dinamakan muckraking journalism.
Muckraking journalists adalah julukan yang diberikan pada jurnalis Amerika, yang menggunakan suratkabar tempat ia bekerja sebagai sarana untuk menggugat ketidak adilan, mengungkap kesewenang-wenangan (abuses), dan menyebarkan informasi tentang berbagai penyimpangan yang terjadi kepada masyarakat umum.
Istilah ini dipopulerkan pada akhir 1800-an, ketika sejumlah jurnalis Amerika mulai mengambil jarak dari bentuk pelaporan berita peristiwa biasa. Sebagai gantinya, mereka mulai melakukan investigasi dan menulis tentang tokoh dan organisasi ternama. Dengan semangat untuk mengungkap korupsi di kalangan bisnis dan politik, para jurnalis ini membantu meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai penyakit sosial, ekonomi, dan politik.
Mengutip Bill Kovach dan Tom Rosentiel, Aris Munandar menyebut setidaknya ada tiga bentuk jurnalisme investigative yang bias kita bedakan yaitu: pelaporan investigative orisinal,pelaporan investigative interpretative, dan pelaporan terhadap investigasi

1.Pelaporan Investigative Orisinal
pelaporaan investigative orisinal melibatkan reporter itu sendiridalam megungkap dan mendokumentasikan berbagai aktifitas subyek, yang sebellumnya tidak diketahui public. Ini merupakan bentuk pelaporan investigative yang sering berujung pada investigasi public secara resmi tentang subyek atau aktifitas yang semula diselidiki dan diungkap oleh jurnalis. Ini adalah contoh klasik, dimana pers mendesak lembaga public ( pemerintah) atas nama public
dalam melakukan investigasi, jurnalis mungkin menggunakan taktik- taktik yang mungkin mirip kerja polisi . seperti penggunaan informan, pemeriksa catatan, bahkan dalam situasi tertentu pemantauan aktifitas dengan sembunyi-sembunyi dan penggunaan penyamaran. Dalam pelaporan infestigatif orisinil di area modern sekarang.kekuatan analisis computer sering menggantikan observasi personal para reporter.

2.Pelaporan Investigative Interpretative
jenis pelaporan investigative interpretative juga meggunakan ketrampilan yang sama, seperti pada pelaporan investigative orisinal, namun penempatan interpretasi pada tingkatan yang berbeda
Perbedaan mendasar antara keduanya adalah, pada pelaporan investigatif orisinal, si jurnalis mengungkapkan informasi, yang belum pernah dikumpulkan oleh pihak lain manapun. Tujuannya adalah memberitahu publik tentang peristiwa atau situasi, yang mungkin akan mempengaruhi kehidupan mereka.
Sedangkan, pelaporan interpretatif berkembang sebagai hasil dari pemikiran dan analisis yang cermat, terhadap gagasan serta pengejaran fakta-fakta yang diikuti, untuk memadukan semua informasi itu dalam konteks yang baru dan lebih lengkap. Dengan cara ini, diharapkan bisa memberi pemahaman yang lebih mendalam pada publik.
Pelaporan interpretatif ini biasanya melibatkan seperangkat fakta dan isu-isu yang lebih kompleks, ketimbang sekadar pengungkapan biasa. Pelaporan interpretatif ini menyajikan cara pandang yang baru terhadap sesuatu, serta informasi baru tentangnya.

3.Pelaporan terhadap investigasi (reporting on investigations):
Pelaporan terhadap investigasi adalah perkembangan terbaru dari jurnalisme investigatif, yang semakin biasa dilakukan. Dalam hal ini, pelaporan berkembang dari temuan awal atau bocoran informasi, dari sebuah penyelidikan resmi yang sudah berlangsung atau yang sedang dipersiapkan oleh pihak lain, biasanya oleh badan-badan pemerintah.
Pelaporan terhadap investigasi bisa terjadi, manakala penyelidik resmi sedang bekerja. Penyelidik dari pihak pemerintah bekerjasama secara aktif dengan jurnalis pada kasus-kasus tertentu, karena sejumlah alasan. Seperti: untuk mempengaruhi anggaran derma (dari negara bagian) untuk mempengaruhi saksi-saksi potensial, atau untuk membentuk opini publik.
Langkah-langkah investigasi ini sering menuntut si reporter untuk melakukan banyak wawancara terhadap berbagai sumber, serta bepergian ke banyak lokasi. Tak jarang, reporter juga harus melakukan aktivitas seperti: pengintaian, analisis dokumen, menyelidiki kinerja peralatan yang terkait dengan suatu kecelakaan, dan sebagainya.
Jurnalisme investigatif menuntut kecermatan dalam detail (rincian), penemuan fakta, dan upaya fisik. Seorang jurnalis investigatif harus memiliki pikiran yang analitis dan tajam, dengan motivasi diri yang kuat untuk terus berupaya, ketika semua pintu informasi ditutup, ketika fakta-fakta dikaburkan atau dipalsukan, dan seterusnya.
Pelaporan investigatif berasumsi bahwa ada sesuatu yang salah, atau ada suatu pihak yang telah berbuat salah. Kesalahan yang sengaja disembunyikan atau belum terkuak itulah yang menjadi target peliputan investigatif.
Tujuan kegiatan jurnalisme investigatife adalah memberi tau kepada masyarakat adanya pihak-pihak yang telah berbohong dan menutup-nutupi kebenaran. Masyarakat diharapkan menjadi wacpada terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan berbagai pihak, setelah mendapatkan bukti-bukti yang dilaporkan. Bukti-bukti tersebut ditemukan melalui pencarian dari pelbagai sumber dan tipe informasi, penelaahan terhadap dokumen-dokumen yang signifikan, dan pemahaman terhadap data-data statistic.


JAWA POS

Distribusi Surat Suara Belum Menjangkau Kecamatan
Bawaslu Beri Alarm

JAKARTA - Bayang-bayang pemilu tidak berlangsung lancar sudah mulai muncul. Alarm bahaya itu datang dari Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Lembaga yang mengawasi proses pemilu itu khawatir karena hingga memasuki 12 hari menjelang pencontrengan, distribusi logistik secara lengkap belum menjangkau sebagian kecamatan.

"Kami khawatir, distribusi surat suara ini sudah mendekati gawat," kata Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini dalam keterangannya di Hotel Millenium, Jakarta, kemarin (27/3). Sebelumnya, KPU berjanji akan merampungkan distribusi surat suara pada 29 Maret. Janji itu termasuk menuntaskan surat suara tambahan yang, menurut data KPU, berjumlah 5,7 juta lembar.

Namun, dalam pantauan Bawaslu, menurut Hidayat, berdasar laporan sementara pengawas di 33 provinsi, distribusi dari tingkat kabupaten menuju kecamatan masih terkendala. Ada beberapa KPU kabupaten yang masih melakukan sortir.

Itu belum termasuk surat suara tambahan dari perbaikan surat suara rusak dan tambahan daftar pemilih tetap (DPT). Jika KPU mengklaim ada 5,7 juta surat suara tambahan, Bawaslu menyatakan ada 6,3 juta surat suara tambahan yang perlu diproduksi rekanan KPU. "Tidak bisa jadi patokan bahwa surat suara sampai pada waktunya," tegas Hidayat.

Hasil pleno Bawaslu menetapkan standar evaluasi atas distribusi logistik KPU. Saat ini, Bawaslu menilai distribusi logistik sudah memasuki pragawat. Jika saat H-11 (sembilan hari menjelang pemilu) logistik juga tak kunjung sampai, hal itu sudah memasuki gawat. Situasi genting akan terjadi jika pada H-8, distribusi logistik tak kunjung beres (selengkapnya di grafis).

Ketua Pokja Pengawasan Logistik Bawaslu Agustiani Tio Fridelina menambahkan, surat suara tambahan yang tak kunjung terkirim bisa menjadi masalah. Faktanya, semua surat suara itu diperuntukkan di 33 provinsi. Padahal, ada sejumlah daerah yang sulit dijangkau dalam waktu singkat. "Batasan logistik sampai adalah H-1, seharusnya KPU tidak menggunakan standar itu karena terlalu mepet," terangnya.

Menurut Tio, dengan standar pada UU Pemilu tersebut, seharusnya surat suara saat ini sudah mencapai kecamatan. Selanjutnya, selambat-lambatnya pada H-1, surat suara itu sudah sampai di masing-masing tempat pemungutan suara. Namun, kenyataannya, belum semua kecamatan menerima logistik saat ini. "KPU sebaiknya jujur untuk mengatakan ada situasi gawat dalam proses ini," tegas Tio.

Terpisah, Sekretaris Jenderal KPU Suripto Bambang Setyadi menyatakan, distribusi surat suara saat ini tengah berproses. Sejumlah rekanan saat ini telah mengirimkan surat suara tambahan sesegera mungkin. Dia memberikan garansi bahwa surat suara itu akan sampai di kabupaten/kota selambat-lambatnya besok (29/3). "Ini sedang diproduksi dan dikirim, sabar saja," kata Bambang.

Terkait dengan perbedaan jumlah surat suara rusak dengan KPU, itu merupakan data terakhir dari KPU kabupaten/kota. Jumlahnya dipastikan bertambah karena kemarin terjadi banjir di Kecamatan Suko, Palembang. Banjir itu menyebabkan 45.000 surat suara basah terendam. "Kami sudah minta segera tambah cetak karena ini situasi bencana," ujarnya. (bay)

Kritik
Dalam surat kabar ini belum di sebutkan nama daerah yang di berikan surat suara, dan surat suara yang rusak tidak di jelaskan berapa banyaknya dan di daerah mana saja, nama propinsi yang sekiranya tidak dapat di jangkau seharusnya di sebutkan karena dapat menjadi salah satu kritik terhadap KPU agar lebih agresif lagi dalam penanganan masalah ini.

Kendala yang ada di beberapa provinsi juga tidak di sebutkan apakah itu masalah ligistik atau bukan, belum jelasnya masalah surat suara yang akan di luncurkan, secara tidak langsung KPU di anggak main main dalam penanggulangan surat suara untuk pemilihan 2009.



JK Yakin Jabar Tetap Jadi Lumbung Suara Golkar
Hemat Orasi, Kalla Pilih Strategi Mendengar

BANDUNG - Hari libur Nyepi kemarin (26/3) tak mengendurkan Ketua Umum DPP Golkar M. Jusuf Kalla untuk keliling kampanye. Kemarin sehari penuh Kalla berkeliling Jawa Barat sebagai juru kampanye nasional. Daerah-daerah Jabar yang menjadi panggung kampanye keliling Kalla mulai Depok, Bandung, hingga Indramayu, Jawa Barat.

Di Bandung, kampanye Golkar kemarin dipusatkan di Lapangan Gazebu. Jawa Pos yang turut menyaksikan kampanye Kalla mencatat massa sudah menyemut sejak pukul 08.00. Padahal, Kalla dijadwalkan baru datang dengan helikopter jam 11.

Mereka datang berkelompok dengan angkutan kota dan mobil-mobil pribadi. Rata-rata menggunakan kaus bertulisan nama calon anggota legislatif dari Golkar. Sambil menunggu kedatangan Kalla, ribuan orang itu dihibur goyangan artis-artis dangdut yang sengaja didatangkan panitia.

Kalla datang ke arena kampanye didampingi Ketua DPR Agung Laksono, Sekjen Golkar Soemarsono, Menteri PPN/ Bappenas Paskah Suzetta, Happy Bone Zulkarnain, dan Yuddy Chrisnandhi. Berbaju muslim lengan panjang, Kalla langsung menebar senyum kepada massa yang mengelu-elukannya.

''Dalam sejarah pemilu, Golkar belum pernah kalah di Jawa Barat. Jadi, tahun ini saya yakin, Jawa Barat tetap menjadi lumbung terbesar suara partai kita,'' katanya disambut teriakan hidup JK oleh pendukung.

Menurut Kalla, Golkar memilih bekerja dibandingkan dengan bicara. Jika diberi kekuasaan, partai nomor 23 itu juga berjanji akan lebih cepat dan lebih baik. ''Kalau Indonesia dipimpin dengan lebih cepat, pasti akan lebih berhasil,'' ujarnya.

Kalla hanya orasi sekitar 15 menit. Sisanya, dia memilih berdialok dengan warga. ''Ayo maju, sampaikan keluhan Anda,'' katanya. Dua orang langsung maju merangsak ke panggung. Karena disekat dengan pagar besai, mereka terpaksa dibopong agar bisa sampai ke tribun Kalla.

''Saya pensiunan DAMRI, Pak. Sejak dulu pilih Golkar. Sebab, semuanya enak, semua murah. Kita ingin seperti Orde Baru lagi,'' kata Dedi, seorang simpatisan yang naik ke panggung. Kalla tampak terkejut mendengar pernyataan itu.

''Eits, nanti dulu, apa maksudmu,'' tanya Kalla.

''Anu, Pak, kalau Orde Baru beras jadi murah, cuma seribu,'' kata Dedi disambut tepuk tangan massa.

Kalla langsung menyergah. ''Jangan seperti itu. Kalau cuma seribu, kasihan petani. Yang penting harga beras terjangkau. Jadi semua bisa beli. Betul bukan,'' katanya. (rdl/mk)

KRITIK
Belum menjelaskan tentang acara secara detail, peserta yang di ajak dialok belum di sebutkan berapa banyak, isi kampanye kalla dalah surat kabar ini belum ketemu titik temu, apa yang di jelaskan dan apa yang menjadi tawaran kalla dalam missi pemilu 2009.

0 komentar: